ZONA INTEGRITAS

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Selasa, 10 Maret 2026

Strategi Dirlantas Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq Atur Lalu Lintas Mudik Lebaran di Sumbar

SUMBAR | Menjelang momentum arus mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriah, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat mengambil langkah strategis demi menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat. Melalui kebijakan pembatasan operasional angkutan barang di sejumlah jalur utama, aparat kepolisian berupaya mengurai potensi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi setiap musim mudik.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol H. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pengaturan lalu lintas terpadu guna memberikan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi para pemudik yang melintasi wilayah Sumatera Barat.

Menurutnya, peningkatan volume kendaraan pribadi dan angkutan penumpang saat musim mudik menjadi tantangan tersendiri bagi aparat di lapangan. Oleh karena itu, pembatasan operasional angkutan barang dinilai sebagai langkah efektif untuk mengurangi kepadatan di jalur-jalur utama yang menjadi lintasan para pemudik.

Pengaturan lalu lintas tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Selama periode tersebut, kendaraan angkutan barang dengan kategori tertentu akan dibatasi operasionalnya di beberapa ruas jalan strategis di wilayah Sumatera Barat.

Adapun ruas jalan yang menjadi fokus pengaturan di antaranya jalur Padang – Padang Panjang – Bukittinggi hingga batas Provinsi Riau yang melintasi wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, serta jalur Padang – Solok – Kiliran Jao hingga batas Provinsi Jambi di wilayah Kabupaten Dharmasraya.

Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq menjelaskan bahwa kedua jalur tersebut merupakan koridor utama yang setiap tahunnya mengalami lonjakan kendaraan cukup signifikan. Tanpa pengaturan yang tepat, kepadatan lalu lintas berpotensi meningkat dan dapat mengganggu kelancaran perjalanan masyarakat.

Ia juga mengimbau kepada para pengusaha angkutan barang serta para sopir truk untuk memahami dan mematuhi kebijakan tersebut. Kepatuhan terhadap aturan yang diberlakukan bukan hanya membantu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menjaga keselamatan bersama.

Selain pembatasan operasional angkutan barang, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat juga menyiapkan berbagai langkah pengamanan dan rekayasa lalu lintas. Penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan serta pengawasan di jalur utama akan dilakukan secara intensif selama masa mudik dan arus balik berlangsung.

Menurut Kombes Pol Reza, keberhasilan pengamanan arus mudik tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Dengan kerja sama yang baik antara masyarakat dan kepolisian, perjalanan mudik diharapkan dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman.

Ia juga mengingatkan para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, mulai dari kondisi kendaraan, kesehatan pengemudi, hingga mematuhi rambu-rambu lalu lintas selama perjalanan. Keselamatan, kata dia, harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengguna jalan.

Momentum mudik Lebaran sendiri tidak hanya menjadi perjalanan pulang kampung semata, tetapi juga menjadi tradisi kebersamaan masyarakat Indonesia yang sarat makna. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga ketertiban dan keselamatan agar perjalanan menuju kampung halaman menjadi pengalaman yang menyenangkan.


Catatan Redaksi:

Kebijakan pembatasan operasional angkutan barang yang disampaikan oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Pol H. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam melindungi masyarakat selama musim mudik Lebaran. 

Polisi tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga memastikan keselamatan pengguna jalan melalui pengaturan lalu lintas yang terencana.

Dukungan masyarakat terhadap kebijakan ini menjadi kunci terciptanya perjalanan mudik yang aman, tertib, dan lancar bagi seluruh pengguna jalan.

TIM RMO

Senin, 09 Maret 2026

AKBP Agung Tribawanto Turun ke Jalan Bagikan Takjil, Warga Pasaman Barat Rasakan Kehangatan Ramadan Bersama Polri

PASAMAN BARAT | Suasana sore di depan Mapolres Pasaman Barat berubah menjadi lebih hangat ketika Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. turun langsung memimpin kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat. Momentum Ramadan dimanfaatkan jajaran kepolisian untuk mendekatkan diri dengan warga melalui aksi sosial yang sederhana namun penuh makna.

Sejak menjelang waktu berbuka puasa, Kapolres bersama personel kepolisian telah bersiap di tepi jalan utama. Para pengendara roda dua, roda empat hingga pejalan kaki yang melintas disambut dengan senyum ramah sambil menerima paket takjil yang dibagikan langsung oleh Kapolres dan anggota.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana kepolisian hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga ikut merasakan suasana kebersamaan di tengah masyarakat. Dalam kegiatan itu, sebanyak 400 paket takjil disiapkan untuk dibagikan kepada warga yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

Kapolres AKBP Agung Tribawanto mengatakan bahwa Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat. Melalui kegiatan berbagi seperti ini, ia ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir untuk masyarakat dalam berbagai situasi.

Menurutnya, aksi berbagi takjil ini tidak sekadar memberikan makanan berbuka, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian serta sarana mempererat silaturahmi antara aparat kepolisian dan masyarakat yang dilayani.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Bhayangkari Cabang Pasaman Barat juga turut ambil bagian. Kehadiran para anggota Bhayangkari memberikan warna tersendiri dalam kegiatan sosial itu sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di bulan yang penuh berkah.

Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat bersama pengurus turut membantu membagikan paket takjil kepada masyarakat. Mereka menyapa langsung para pengendara yang berhenti sejenak untuk menerima paket berbuka puasa.

Di tengah kesibukan lalu lintas sore hari, suasana keakraban pun terasa ketika Kapolres dan personel kepolisian menyapa masyarakat satu per satu. Warga terlihat antusias menerima takjil sambil menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dari jajaran kepolisian.

Bagi Kapolres AKBP Agung Tribawanto, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat. Ia menilai bahwa pendekatan humanis sangat penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis sekaligus memperkuat kepercayaan publik.

Melalui kegiatan sosial selama Ramadan, jajaran Polres Pasaman Barat berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang selalu siap berbagi dan peduli terhadap sesama.


Catatan Redaksi:

Kegiatan berbagi takjil yang dipimpin Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menunjukkan wajah humanis kepolisian yang hadir langsung di tengah masyarakat. Ramadan menjadi momentum mempererat hubungan antara aparat dan warga dalam semangat kepedulian dan kebersamaan.

TIM RMO

Minggu, 08 Maret 2026

Sorot Kasus Pengeroyokan Pelajar di Pulang Pisau, 6 Bulan Tak Tuntas, Keluarga Nilai Penanganan Polisi Lambat

Pulang Pisau | Kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap seorang pelajar di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Kalimantan Tengah (Kalteng), menuai sorotan. Dikarenakan perkara yang telah dilaporkan sejak November 2025 itu hingga kini belum juga tuntas, meski sudah berjalan sekitar enam bulan. Keluarga korban pun menilai penanganan kasus oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Pulang Pisau berjalan lambat.

Kasus tersebut dilaporkan oleh ibu korban, Kartika Syarifah, ke Polres Pulang Pisau pada 5 November 2025 sekitar pukul 00.15 WIB. Laporan itu tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: STTLP/B/31/XI/2025/Polres Pulang Pisau/Polda Kalimantan Tengah.
Dalam laporan tersebut disebutkan dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. 

Peristiwa pengeroyokan terjadi sehari sebelumnya, yakni Selasa, 4 November 2025 sekitar pukul 14.30 WIB di Jalan Rey I, Desa Anjir Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir.
Berdasarkan kronologi yang dilaporkan, korban yang saat itu baru pulang sekolah sempat mendapat kabar dari temannya berinisial DA bahwa dirinya ditelepon oleh seorang pemuda berinisial DK. Namun korban menolak untuk menemui yang bersangkutan.

Tak lama kemudian, korban mengendarai sepeda motor menuju rumah temannya di kawasan jalan lintas. Beberapa temannya yang lain mengikuti dari belakang.

Di tengah perjalanan, korban bertemu dengan DK bersama sejumlah rekannya. Saat melintas di Jalan Rey I, rombongan sepeda motor yang dikendarai DK bersama temannya berinisial RA, BM, dan DF melaju cepat lalu tiba-tiba menghentikan sepeda motor korban.

Korban pun turun dari motornya. Tanpa banyak bicara, DK langsung melayangkan pukulan. Korban sempat menangkis dan bahkan membalas pukulan tersebut.

Namun situasi semakin memanas. DK kembali memukul korban dan diduga meminta teman-temannya ikut menyerang. Korban pun dikeroyok hingga terjatuh.

Akibat pengeroyokan dan penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius. Hidung korban dilaporkan patah dan mengeluarkan darah hingga membasahi pakaiannya.

Dalam kondisi terluka, korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri menuju Pos Lalu Lintas di Desa Mantaren untuk meminta pertolongan.

Penasehat hukum korban, Martin, mengatakan proses penyidikan saat ini memang sudah sampai pada tahap pertama atau tahap I, di mana berkas perkara telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pulang Pisau.

Namun berkas tersebut beberapa kali dikembalikan oleh jaksa peneliti untuk dilengkapi melalui petunjuk P-19.

“Memang berkas perkara sudah masuk tahap I dan dilimpahkan ke Kejaksaan Pulang Pisau. Tetapi sampai sekarang berkas itu terus dikembalikan oleh jaksa melalui petunjuk P-19,” ujarnya.

Menurut Martin, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kekurangan dalam pemberkasan yang harus dilengkapi oleh penyidik.

Ia juga menyoroti lamanya proses penanganan perkara tersebut. Menurutnya, sejak kejadian pada 4 November 2025 dan laporan dibuat sehari setelahnya, perkembangan perkara dinilai belum signifikan.

“Memang ada pemberitahuan hasil penyidikan kepada kami pada Desember. Tetapi secara keseluruhan penanganannya sangat lambat,” ungkapnya.

Martin juga mengungkapkan sempat ada upaya perdamaian antara pihak-pihak yang terlibat. Namun upaya tersebut dinilai tidak berjalan maksimal.

“Memang ada upaya untuk perdamaian, tetapi kelihatannya setengah hati. Sementara para pelaku hingga sekarang juga tidak ditahan,” ujarnya.

Menurutnya, lambannya proses hukum inilah yang membuat keluarga korban merasa kecewa.

“Kasus ini sudah berjalan kurang lebih enam bulan. Inilah yang membuat kami menilai penanganan perkara di Polres Pulang Pisau sangat lamban,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun, kasus dugaan pengeroyokan ini sebelumnya sempat dilaporkan ke Polsek Kahayan Hilir. Namun laporan tersebut tidak diterima sehingga keluarga korban akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Pulang Pisau.

Diketahui, dari beberapa terduga pelaku, satu di antaranya masih berstatus di bawah umur. Sementara tiga lainnya telah berusia dewasa. Meski demikian, hingga kini para pelaku yang sudah dewasa tersebut disebut belum dilakukan penahanan.

TIM

Rabu, 18 Februari 2026

Bersama Ny. Panca Agung, AKBP Agung Tribawanto Tebar Pesan Damai Jelang Ramadan 1447 H

PASAMAN BARAT | Datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah membawa nuansa haru dan harapan bagi masyarakat Pasaman Barat. Di tengah semangat menyambut bulan penuh ampunan itu, Kepala Kepolisian Resor Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat Ny. Panca Agung dan jajaran, menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh lapisan masyarakat.

Ucapan tersebut bukan sekadar seremonial tahunan. Dalam pesan resminya, AKBP Agung Tribawanto menyampaikan doa dan harapan tulus agar Ramadan tahun ini menjadi momentum memperbaiki diri dan memperkuat keimanan. “Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah serta senantiasa mendapat keberkahan dan perlindungan Allah SWT,” ungkapnya.

Didampingi Ny. Panca Agung yang tampil penuh kehangatan, Kapolres menekankan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk introspeksi. Ia mengajak masyarakat menjadikan bulan suci sebagai ruang untuk menata hati, menjaga tutur kata, serta mempererat hubungan antarsesama. Menurutnya, kekuatan sosial masyarakat terletak pada persaudaraan dan kepedulian.

Suasana Ramadan di Pasaman Barat selalu menghadirkan dinamika tersendiri. Aktivitas masyarakat meningkat, mulai dari berburu takjil menjelang berbuka, pelaksanaan salat tarawih berjamaah, hingga berbagai kegiatan sosial keagamaan. Dalam kondisi tersebut, Polres Pasaman Barat memastikan kesiapan penuh seluruh personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa stabilitas kamtibmas menjadi prioritas utama agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Pengamanan tempat ibadah, patroli rutin di pusat keramaian, serta koordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat terus ditingkatkan sebagai langkah preventif.

Lebih jauh, Kapolres juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan. Ramadan, menurutnya, harus menjadi perekat persatuan, bukan justru membuka ruang perpecahan. Ia mengimbau masyarakat untuk menghindari provokasi, tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya, serta bijak dalam menggunakan media sosial.

Sementara itu, Ny. Panca Agung menyampaikan bahwa Bhayangkari Cabang Pasaman Barat siap berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial selama Ramadan. Program berbagi kepada masyarakat, kunjungan silaturahmi, serta kegiatan sosial lainnya menjadi wujud kepedulian dan empati terhadap sesama.

Bagi AKBP Agung Tribawanto, kepolisian bukan hanya institusi penegak hukum, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari masyarakat. Ramadan menjadi momentum memperkuat nilai moral, integritas, dan kebersamaan antara Polri dan warga. Kedekatan emosional inilah yang diyakini mampu menciptakan rasa aman yang sesungguhnya.

Respons masyarakat pun mengalir positif. Ucapan dan komitmen yang disampaikan jajaran Polres Pasaman Barat dinilai sebagai bentuk perhatian nyata dan kedekatan humanis aparat kepolisian terhadap warganya. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa Polri hadir tidak hanya saat terjadi persoalan hukum, tetapi juga dalam momen spiritual dan sosial.

Menutup pesannya, AKBP Agung Tribawanto kembali mengajak seluruh masyarakat Pasaman Barat menjadikan Ramadan 1447 H sebagai bulan penuh keberkahan. Ia berharap kebersamaan yang terbangun mampu melahirkan lingkungan yang aman, damai, serta harmonis, sehingga setiap langkah ibadah berjalan dalam suasana yang tenteram dan penuh makna.


Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

Wyndoee

Senin, 09 Februari 2026

Melalui HPN 2026, AKBP Agung Tribawanto Teguhkan Hubungan Humanis Polri dan Insan Pers

PASAMAN BARAT | Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari 2026 menjadi momentum reflektif bagi seluruh elemen bangsa, termasuk institusi Kepolisian. Di Kabupaten Pasaman Barat, peringatan HPN dimaknai sebagai ruang penghormatan terhadap peran strategis pers dalam menjaga keseimbangan demokrasi, menyuarakan kepentingan publik, serta membangun kesadaran kolektif masyarakat melalui informasi yang akurat dan bertanggung jawab.

Kepala Kepolisian Resor Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., bersama staf dan Bhayangkari menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pers Nasional 2026 dengan mengusung tema nasional “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.” Tema tersebut dinilai sejalan dengan semangat kebangsaan dan tantangan zaman yang menuntut pers tetap independen, profesional, dan beretika.

Dalam pandangan AKBP Agung Tribawanto, pers bukan sekadar penyampai informasi, melainkan bagian dari sistem sosial yang berperan penting dalam membentuk cara pandang publik. Melalui kerja jurnalistik yang jujur dan berimbang, pers turut menjaga iklim kondusif, mendorong partisipasi warga, serta mengawal jalannya pembangunan agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Ia menegaskan bahwa hubungan Polri dan pers harus dibangun di atas dasar saling menghormati peran masing-masing. Polri membutuhkan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, sementara pers membutuhkan keterbukaan dan akuntabilitas institusi negara sebagai bahan kontrol sosial yang sehat.

Peringatan HPN 2026 juga dipandang sebagai pengingat akan pentingnya menjaga integritas di tengah derasnya arus informasi digital. AKBP Agung Tribawanto menilai, di era media sosial dan kecepatan informasi, tantangan terbesar pers adalah mempertahankan kepercayaan publik dengan tetap mengedepankan verifikasi, etika, dan tanggung jawab moral.

Menurutnya, pers yang sehat akan melahirkan ruang publik yang rasional. Ruang publik yang rasional akan mendorong stabilitas sosial, dan stabilitas sosial menjadi prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berdaulat dan berkeadilan. Dalam konteks itulah, peran pers menjadi sangat strategis bagi masa depan bangsa.

AKBP Agung Tribawanto juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini konsisten menyuarakan fakta, menyampaikan kritik secara konstruktif, serta ikut mengedukasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kritik yang dibangun di atas data dan niat baik merupakan bagian dari proses pendewasaan institusi.

Lebih jauh, ia menegaskan komitmen Polres Pasaman Barat untuk terus membuka ruang komunikasi dengan media. Transparansi, keterbukaan informasi publik, serta pelayanan yang humanis menjadi prinsip yang terus diperkuat dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Peringatan Hari Pers Nasional 2026 diharapkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi penguat komitmen bersama antara pers dan aparat negara untuk menjaga demokrasi, memperkuat keadilan sosial, serta menumbuhkan optimisme publik di tengah berbagai tantangan bangsa.

Dengan semangat HPN 2026, Polres Pasaman Barat mengajak seluruh insan pers untuk terus menjadi penjaga akal sehat, penyambung suara rakyat, dan pilar penting dalam merawat persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Senin, 02 Februari 2026

Operasi Keselamatan Singgalang 2026, AKBP Agung Tribawanto Ajak Warga Pasaman Barat Tertib Demi Nyawa

Pasaman Barat | Kepolisian Resor Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Singgalang 2026 yang digelar di halaman Mapolres Pasaman Barat. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya operasi kepolisian yang berfokus pada keselamatan manusia sebagai prioritas utama dalam berlalu lintas. (Senin, 02 Februari 2026)

Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K, Operasi Keselamatan Singgalang 2026 tidak dimaknai sebagai kegiatan seremonial ataupun sekadar penegakan aturan, melainkan sebagai upaya membangun kesadaran bersama antara polisi dan masyarakat demi keselamatan di jalan raya.

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Polres Pasaman Barat Kompol Muzhendra, yang membacakan amanat Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA. Dalam amanatnya, Kapolda menekankan bahwa Polri memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menciptakan keamanan, ketertiban, serta keselamatan lalu lintas yang kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kapolda Sumbar menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya urusan aparat, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dibangun melalui pendekatan sistematis, berkelanjutan, dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun elemen masyarakat.

Menindaklanjuti amanat tersebut, Kapolres AKBP Agung Tribawanto menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Singgalang 2026 dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai Senin, 02 Februari hingga 15 Februari 2026 di seluruh wilayah hukum Polres Pasaman Barat.

Menurut Kapolres, operasi ini lebih mengedepankan tindakan preemtif dan preventif, dengan pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat. Penegakan hukum tetap dilakukan, namun sebagai langkah terakhir terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa polisi tidak ingin hadir sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai mitra masyarakat yang peduli terhadap keselamatan pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki.

Operasi Keselamatan Singgalang 2026 menyasar sejumlah pelanggaran prioritas, seperti pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm standar SNI, tidak mengenakan sabuk pengaman, berboncengan lebih dari satu orang, hingga melawan arus lalu lintas.

Selain itu, sasaran lain meliputi pengendara yang berkendara dalam pengaruh alkohol, melebihi batas kecepatan, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi, serta kendaraan Over Dimension dan Over Loading (ODOL) yang membahayakan keselamatan publik.

Kapolres juga memaparkan data evaluasi tahun sebelumnya sebagai bahan refleksi bersama. Terjadi penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas, yang menunjukkan bahwa pendekatan persuasif dan edukatif mulai memberikan dampak positif terhadap kesadaran masyarakat.

Meski demikian, angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, AKBP Agung Tribawanto menekankan bahwa keberhasilan operasi ini tidak diukur dari banyaknya tilang, melainkan dari menurunnya angka kecelakaan dan korban jiwa.

Dalam arahannya, Kapolres meminta seluruh personel yang terlibat, khususnya di bawah kendali Kasat Lantas AKP Nanin Aprilia Fitriani, untuk tetap menjaga sikap santun, ramah, dan humanis dalam setiap interaksi dengan masyarakat.

Ia juga mendorong personel agar aktif memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas secara langsung maupun melalui media sosial, sehingga pesan keselamatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara luas.

Bagi AKBP Agung Tribawanto, keselamatan di jalan raya adalah hak dasar warga negara yang harus dijaga bersama, dan kehadiran polisi adalah untuk memastikan hak tersebut benar-benar terlindungi.

Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Singgalang 2026 ini diikuti oleh jajaran pejabat utama Polres Pasaman Barat, personel Polri, unsur TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta elemen pendukung lainnya sebagai simbol kuatnya sinergi lintas sektor.

Melalui Operasi Keselamatan Singgalang 2026, Polres Pasaman Barat berharap tercipta budaya tertib berlalu lintas yang tumbuh dari kesadaran, bukan keterpaksaan, demi keselamatan bersama dan masa depan generasi yang lebih aman di jalan raya.

TIM RMO

Minggu, 18 Januari 2026

AKBP Agung Tribawanto: Apel Pagi Bukan Seremonial, Tapi Awal Pengabdian kepada Masyarakat

Pasaman Barat | Suasana halaman Mapolres Pasaman Barat tampak tertib dan penuh semangat saat ratusan personel mengikuti apel pagi rutin yang dipimpin langsung Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bagaimana seorang pimpinan menempatkan disiplin, kesiapsiagaan, dan semangat pengabdian sebagai fondasi utama pelaksanaan tugas kepolisian.

Sejak awal menjabat, AKBP Agung Tribawanto dikenal konsisten menjadikan apel pagi bukan sekadar rutinitas formal, melainkan ruang strategis untuk menyatukan visi, mengevaluasi kinerja, sekaligus menanamkan nilai-nilai profesionalisme kepada seluruh jajaran. Di hadapan personel, Kapolres menegaskan bahwa setiap tugas kepolisian bermuara pada satu tujuan besar, yakni pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam arahannya, AKBP Agung Tribawanto menekankan pentingnya disiplin sebagai cerminan kesiapan institusi. Menurutnya, disiplin waktu, sikap, dan tanggung jawab adalah kunci utama membangun kepercayaan publik. Apel pagi, kata dia, menjadi titik awal untuk memastikan seluruh personel siap secara fisik, mental, dan moral sebelum turun menjalankan tugas di lapangan.

Lebih jauh, Kapolres Pasaman Barat juga mengingatkan agar seluruh anggota tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. AKBP Agung Tribawanto menilai, kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan masyarakat sebagai solusi, bukan sekadar penegakan aturan. Sikap ramah, empati, dan komunikasi yang baik menjadi pesan kuat yang terus ia gaungkan.

Di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto, apel pagi juga dimanfaatkan sebagai sarana konsolidasi internal. Berbagai dinamika kamtibmas, evaluasi kegiatan sebelumnya, hingga antisipasi potensi gangguan keamanan disampaikan secara terbuka agar seluruh personel memiliki pemahaman yang sama dan bergerak dalam satu irama.

Tak hanya itu, Kapolres turut menekankan pentingnya menjaga integritas dan nama baik institusi. Ia mengingatkan bahwa setiap perilaku anggota di tengah masyarakat akan mencerminkan wajah Polri secara keseluruhan. Karena itu, AKBP Agung Tribawanto meminta seluruh jajaran menjauhi pelanggaran sekecil apa pun yang dapat merusak kepercayaan publik.

Kepemimpinan yang tegas namun komunikatif terlihat jelas dalam setiap penyampaian Kapolres. AKBP Agung Tribawanto tak segan memberikan motivasi sekaligus penekanan agar personel terus meningkatkan kapasitas diri, baik melalui latihan, pembelajaran, maupun evaluasi berkelanjutan dalam pelaksanaan tugas.

Apel pagi yang berlangsung tertib tersebut sekaligus menjadi simbol kesiapan Polres Pasaman Barat dalam menjawab tantangan tugas ke depan. Dengan wilayah yang memiliki dinamika sosial dan keamanan yang beragam, AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa soliditas internal adalah modal utama menjaga stabilitas kamtibmas.

Bagi Kapolres Pasaman Barat, keberhasilan institusi tidak hanya diukur dari angka penindakan, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasa aman dan terlindungi. Melalui apel pagi, AKBP Agung Tribawanto terus menanamkan semangat pengabdian agar setiap personel bekerja dengan hati dan penuh tanggung jawab.

Kegiatan rutin ini pun menjadi potret nyata kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat yang berorientasi pada penguatan karakter, disiplin, dan pelayanan. Di bawah komando AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., Polres Pasaman Barat terus bergerak mantap mewujudkan Polri yang Presisi dan dipercaya masyarakat.


Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO


Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi